Hai.. Kamu. Iya, kamu masa laluku…
Terimakasih sudah memberikan pelajaran hidup yang sangat
mengesankan
Mulai dari senang hingga sedih. Mulai dari pertemuan hingga
perpisahaan…
Pertemuan kita begitu singkat namun hangat
Aku tidak merencanakan untuk jatuh cinta kepadamu.
Sungguh… Rasaku mengalir begitu saja sehingga aku tidak bisa
menahannya
Seharusnya aku tidak jatuh cinta kepadamu..
Supaya aku tidak merasakan sakitnya setelah jatuh cinta
kepadamu
Kita dekat selama 6 bulan tapi aku merasa seperti sudah
kenal bertahun-tahun.
Namun kita berpisah tanpa ada salam maupun. Padahal kita
bertemu dengan salam dan ucapan.
Sakit rasanya kehilanganmu secara tiba-tiba.
Itulah alasan mengapa aku tidak bisa melupakanmu selama
hampir 3 tahun..
Hingga kita bertemu lagi untuk kedua kalinya. Aku tetap saja
bodoh.
Aku membiarkan perasaanku kembali mencintaimu kedua kalinya.
Dan aku memintamu untuk tetap tinggal disisiku.
Kau pun menolaknya. Saat
itu aku menyadari penantianku sia-sia. Tapi tidak apa…
Kau pergi kali ini dengan salam dan ucapan. Aku
menghargainyaaa.
Setelah itu aku sadar aku harus melupakanmu. Memulai
lembaran yang baru.
Membuka pintu hatiku yang selama ini aku tutup demi
menantikan kedatanganmu.
Ya aku merasakan sakit kedua kalinya karena tidak bisa
menahan perasaanku padamu.
Tapi tidak apa. Dari semua itu aku belajar..
Darimu aku belajar untuk lebih tegar. Darimu aku belajar
menghargai hidup
Darimu aku belajar untuk lebih dewasa. Ya, darimu aku
belajar segalanya…
Hatiku sekarang sudah terbuka untuk semua orang.
Aku lebih berhati-hati untuk jatuh cinta dengan seseorang.
Seperti pesan terakhir yang kau sampaikan bahwa aku harus
mencari yang lebih baik darimu dan lebih dewasa dariku.
Sekali lagi terimakasih atas segalanya. Kau adalah mantan
terindahku.
Aku mendoakan semoga kau selalu bahagia bersama orang-orang
yang menyayangimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar