“Mengapa kita berbeda?
Mengapa ada banyak agama di di dunia
jika Tuhan hanya satu?
Mengapa sepasang cinta yang tulus
tak bisa bersatu hanya karena agama?
Bukankah Engkau penuh kasih?
Namun mengapa kasih itu menjadi
hambar dan kosong hanya karena perbedaan agama?
Tuhan, apakah yang sudah
dipersatukan oleh cinta dapat dipisahkan oleh agama?
Bukankah Engkau penuh cinta dan
kasih?
Jika memang Engkau mengatur jodoh
tiap umat-umatMu, mengapa harus kau atur dia ada di skenario hidupku, padahal
Kau tahu kita berbeda..
Bukankah Ismail dan Ishak berasal
dari Ayah yang sama, lalu mengapa keturunannya berbeda?
Lalu salah siapa?
Salah siapa Tuhan?
Bukankah Engkau Esa?”
“Jika Katedral dan Istiqlal bernyawa, apakah
mereka tidak akan saling jatuh cinta?”
“Tuhan memang satu. Kita yang tak
sama…”
Yaps LDR yang
lebih sulit yaitu LDR tempat ibadah. Mungkin
sebagian yang sudah pernah merasakan perbedaan agama dalam menjalin hubungan akan
mememikirkan hal-hal tersebut. Ya, termasuk bunga. Karena pernah beberapa kali
terjebak dalam cinta beda agama. Kita tidak akan pernah merncanakan dengan siapa
kita akan jatuh cinta bukan? Kadang perasaan itu ngalir begitu saja dan tidak
bisa kita menahannya. Menurut pengalamku sangat tidak mudah memang
menjalankannya, banyak rintangannya apalagi dari lingkungan sekitar. Mungkin
dari keluarga terkadang ada yang memperbolehkannya namun hanya sebatas pacaran
karena saat untuk jenjang lebih serius akan ada lagi tantangannya. Siapa yang
akan mengalah? Siapa yang akan pindah? Terkadang (dan pasti) dihantui
pertanyaan kyk : “Apakah kamu lebih mencintai Tuhan mu atau kamu lebih mencintai
ciptaanNya?”. Berat bukan untuk memilih? Tbh bunga kl udh ketemu beda agama dan
sampe pacaran nih selalu blg “Aku lebih cinta sama Allah ku drpd kamu. Jd kl
emg mau serius ya kamu yang harus ngalah krn aku gaakan mau ngalah!”. Yha tidak
mudah emg mengatakan seperti itu ke org yg kamu sayang tp kamu harus kl memang
kamu lebih mencintai Tuhan mu. Percayalah, mengalah tentang agama itu tidak
mudah. Tidak seperti mengalah saat lomba 17an.
Pasti sulit
disaat yang seagama saling mengingatkan untuk solat dan mereka solat bareng di
masjid (untuk islam). Tapi yang berbeda malah satu solat di masjid dan satunya
ibadah di tempat lain. Belum lagi perbedaan pendapat dan ego makin sulit bukan
menjalaninya? Disaat kamu sudah tidak kuat dengan perbedaan tersebut jangan
dipaksakan. Apakah kamu tidak rindu ibadah bersama jika seiman? Apakah kamu tidak rindu di ingatkan untuk ibadah? Jika kamu mencintai Tuhan mu dan kamu percaya semua akan indah pada
waktunya. Kamu bisa hidup tanpanya dan akan menemukan yang lebih baik darinya
kelak. Kita tidak pernah tau bukan rencana Tuhan seperti apa? Tapi tidak ada
salahnya kita percaya bahwa rencana Tuhan lebih baik. Aku pun percaya rencaNya
lebih baik daripada rencana ku jadi aku memutuskannya. Aku pun tidak henti-hentinya berdoa agar
mendapatkan yang seiman dan lebih mengerti agama agar Ia bisa menjadi surga bagiku
kelak.
Jika kamu masih kuat menjalankan perbedaan tersebut ya tidak apa. Tapi kamu harus selalu ingat... salah satu dari kalian harus ada yang mengalah. Siapa yang akan memeluk agama siapa ;)