YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 25 Agustus 2017

Long Distance Religion (LDR)



“Mengapa kita berbeda?
Mengapa ada banyak agama di di dunia jika Tuhan hanya satu?
Mengapa sepasang cinta yang tulus tak bisa bersatu hanya karena agama?
Bukankah Engkau penuh kasih?
Namun mengapa kasih itu menjadi hambar dan kosong hanya karena perbedaan agama?

Tuhan, apakah yang sudah dipersatukan oleh cinta dapat dipisahkan oleh agama?
Bukankah Engkau penuh cinta dan kasih?
Jika memang Engkau mengatur jodoh tiap umat-umatMu, mengapa harus kau atur dia ada di skenario hidupku, padahal Kau tahu kita berbeda..
Bukankah Ismail dan Ishak berasal dari Ayah yang sama, lalu mengapa keturunannya berbeda?
Lalu salah siapa?
Salah siapa Tuhan?
Bukankah Engkau Esa?”

 “Jika Katedral dan Istiqlal bernyawa, apakah mereka tidak akan saling jatuh cinta?”
“Tuhan memang satu. Kita yang tak sama…”

Yaps LDR yang lebih sulit yaitu LDR tempat ibadah.  Mungkin sebagian yang sudah pernah merasakan perbedaan agama dalam menjalin hubungan akan mememikirkan hal-hal tersebut. Ya, termasuk bunga. Karena pernah beberapa kali terjebak dalam cinta beda agama. Kita tidak akan pernah merncanakan dengan siapa kita akan jatuh cinta bukan? Kadang perasaan itu ngalir begitu saja dan tidak bisa kita menahannya. Menurut pengalamku sangat tidak mudah memang menjalankannya, banyak rintangannya apalagi dari lingkungan sekitar. Mungkin dari keluarga terkadang ada yang memperbolehkannya namun hanya sebatas pacaran karena saat untuk jenjang lebih serius akan ada lagi tantangannya. Siapa yang akan mengalah? Siapa yang akan pindah? Terkadang (dan pasti) dihantui pertanyaan kyk : “Apakah kamu lebih mencintai Tuhan mu atau kamu lebih mencintai ciptaanNya?”. Berat bukan untuk memilih? Tbh bunga kl udh ketemu beda agama dan sampe pacaran nih selalu blg “Aku lebih cinta sama Allah ku drpd kamu. Jd kl emg mau serius ya kamu yang harus ngalah krn aku gaakan mau ngalah!”. Yha tidak mudah emg mengatakan seperti itu ke org yg kamu sayang tp kamu harus kl memang kamu lebih mencintai Tuhan mu. Percayalah, mengalah tentang agama itu tidak mudah. Tidak seperti mengalah saat lomba 17an.
Pasti sulit disaat yang seagama saling mengingatkan untuk solat dan mereka solat bareng di masjid (untuk islam). Tapi yang berbeda malah satu solat di masjid dan satunya ibadah di tempat lain. Belum lagi perbedaan pendapat dan ego makin sulit bukan menjalaninya? Disaat kamu sudah tidak kuat dengan perbedaan tersebut jangan dipaksakan. Apakah kamu tidak rindu ibadah bersama jika seiman? Apakah kamu tidak rindu di ingatkan untuk ibadah? Jika kamu mencintai Tuhan mu dan kamu percaya semua akan indah pada waktunya. Kamu bisa hidup tanpanya dan akan menemukan yang lebih baik darinya kelak. Kita tidak pernah tau bukan rencana Tuhan seperti apa? Tapi tidak ada salahnya kita percaya bahwa rencana Tuhan lebih baik. Aku pun percaya rencaNya lebih baik daripada rencana ku jadi aku memutuskannya. Aku pun tidak henti-hentinya berdoa agar mendapatkan yang seiman dan lebih mengerti agama agar Ia bisa menjadi surga bagiku kelak.  
Jika kamu masih kuat menjalankan perbedaan tersebut ya tidak apa. Tapi kamu harus selalu ingat... salah satu dari kalian harus ada yang mengalah. Siapa yang akan memeluk agama siapa ;)

Kamis, 24 Agustus 2017

Sepucuk surat untuk kamu di masa lalu ku



Hai.. Kamu. Iya, kamu masa laluku…
Terimakasih sudah memberikan pelajaran hidup yang sangat mengesankan
Mulai dari senang hingga sedih. Mulai dari pertemuan hingga perpisahaan…
Pertemuan kita begitu singkat namun hangat
Aku tidak merencanakan untuk jatuh cinta kepadamu.
Sungguh… Rasaku mengalir begitu saja sehingga aku tidak bisa menahannya
Seharusnya aku tidak jatuh cinta kepadamu..
Supaya aku tidak merasakan sakitnya setelah jatuh cinta kepadamu
Kita dekat selama 6 bulan tapi aku merasa seperti sudah kenal bertahun-tahun.
Namun kita berpisah tanpa ada salam maupun. Padahal kita bertemu dengan salam dan ucapan.
Sakit rasanya kehilanganmu secara tiba-tiba.
Itulah alasan mengapa aku tidak bisa melupakanmu selama hampir 3 tahun..
Hingga kita bertemu lagi untuk kedua kalinya. Aku tetap saja bodoh.
Aku membiarkan perasaanku kembali mencintaimu kedua kalinya.
Dan aku memintamu untuk tetap tinggal disisiku.
Kau pun menolaknya.  Saat itu aku menyadari penantianku sia-sia. Tapi tidak apa…
Kau pergi kali ini dengan salam dan ucapan. Aku menghargainyaaa.
Setelah itu aku sadar aku harus melupakanmu. Memulai lembaran yang baru.
Membuka pintu hatiku yang selama ini aku tutup demi menantikan kedatanganmu.
Ya aku merasakan sakit kedua kalinya karena tidak bisa menahan perasaanku padamu.
Tapi tidak apa. Dari semua itu aku belajar..
Darimu aku belajar untuk lebih tegar. Darimu aku belajar menghargai hidup
Darimu aku belajar untuk lebih dewasa. Ya, darimu aku belajar segalanya…
Hatiku sekarang sudah terbuka untuk semua orang.
Aku lebih berhati-hati untuk jatuh cinta dengan seseorang.
Seperti pesan terakhir yang kau sampaikan bahwa aku harus mencari yang lebih baik darimu dan lebih dewasa dariku.
Sekali lagi terimakasih atas segalanya. Kau adalah mantan terindahku.
Aku mendoakan semoga kau selalu bahagia bersama orang-orang yang menyayangimu.

- Untuk kamu yang hadir di tahun 2012 -